Tidak ada postingan. Tampilkan semua postingan
Tidak ada postingan. Tampilkan semua postingan
Langganan:
Postingan (Atom)
Peradaban Selalu Bermula dari Gagasan
Perubahan adalah kalimat ampuh bagai bensin yang sigap menggerakkan motor. Seperti api yang cepat memanaskan tungku. Bak air yang siap meluluh-lantahkan. Karena perubahan adalah suatu keniscayaan.
Momentum Muharram mengingatkan kita bahwa hijrah tidak hanya berlaku pada zaman Nabi, namun berlaku sepanjang masa. Titik tekan hijrah adalah membangun basis da’wah sebagaimana yang dilakukan Nabi Muhammad dan para sahabat ke Habasyah dan Madinah
Karakteristik hijrah terbagi menjadi dua, karaktersitik tradisonal dan modern. Ketahuilah, nilai hijrah berkarakterstik modern lebih berat karana tantangannya lebih kompleks, baik dari eksternal maupun internal.
Namun demikian, momentum hijrah harus benar-benar dipahami sebagai titik tolak perubahan yang mendasar bagi hidup dan kehidupan umat karena (sekali lagi) perubahan berlaku sepanjang masa, tidak hanya terjadi pada zaman Nabi.
Untuk itu, perbaharui spirit keberagamaan kita (new spirit), kedua perbaharui kualitas iman kita (new iman) dan terakhir perbaharui komunikasi, silaturahmi dan semangat saling memberi (new soliditas) Salam Perubahan!
Ibnusy, asli Kauman - Brebes. Pernah mangan padung plus belajar kehidupan di Jogja selama lima tahunan. Sejak Juni 2003 berada di Batam. Saat ini memiliki istri yang “luar biasa” (Insya Allah) asal Pangkal Pinang,
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?"
(QS: Al Ankabut: 2)
"A society that is indefferent to its moral and spiritual life is indefferent to its future"
(Jack Kemp)
"Mu'min yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik-baik mereka adalah yang terbaik dalam memberlakukan istrinya"
(HR. Bukhori)
“Sesungguhnya suatu umat yang terbuai dalam kenikmatan, terlena oleh kemewahan, tenggelam dalam kemilau harta benda dunia, dan tertipu oleh pesona bunga-bunga dunia, serta lupa pada kemungkinan menghadapi bencana dan berjuang menegakan kebenaran, kepada mereka kita katakan:
Selamat jalan kehormatan dan ketinggian”
(Hasan Al Banna)